Semua Berawal Dari Anggur

Lagi-lagi perlu diingatkan ya Winers, tipe anggur yang biasa kita makan sehari-hari dari pasar berbeda dengan tipe yang dipakai untuk membuat wine. Biar lebih gampang, kita sebut saja anggur yang kita makan sehari-hari itu “Anggur Pasar”. Ini adalah gambar dari kedua macam anggur.

 

Image result for table grape and wine grape

Sumber: https://www.huffingtonpost.com.au

 

Anggur Wine terlihat sangat imut-imut dibangingkan Anggur Pasar. Selain itu warnanya pun juga berbeda. Walaupun sama-sama anggur merah, warna Anggur Wine terlihat lebih pekat. Beberapa jenis Anggur Pasar masih memiliki biji, meskipun dengan bantuan inovasi di bidang pertanian kita sudah mulai menemukan banyak Anggur Pasar yang tidak memiliki biji. Daging buahnya tebal dibungkus kulit yang tipis sehingga memberikan kesan ‘pop’ ketika dimakan, Anggur Wine memiliki kulit yang tebal, selalu berbiji dan memiliki daging buah dengan kadar air yang lebih tinggi. Hal ini sangat membantu dalam proses fermentasi karena selain daging buahnya, batang, kulit dan biji anggur sangat berpengaruh dalam pengembangan rasa dan aroma wine.

Anggur Wine bisa disebut kecil-kecil cabe rawit. Meskipun ukurannya kecil, Si Anggur Imut ini merupakan konsentrat rasa. Dari bijinya yang pahit, kulitnya yang sepet-sepet gimana gitu bahkan daging buahnya pun juga lebih manis daripada Anggur Pasar. Anggur Wine memiliki brix sekitar 24-26 sedangkan Anggur Pasar sekitar 17-19. Brix merupakan satuan kandungan gula dalam sebuah cairan. 1 satuan brix melambangkan 1 gram kandungan sukrosa dalam 100 gram cairan.

Karena perbedaan dalam tujuan penanaman masing-masing anggur, metode penanamannya pun juga berbeda. Penanaman Anggur Wine fokus kepada kualitas dibandingkan kuantitas. Penanam Anggur Wine sangat memerhatikan sinar matahari yang didapatkan dan juga jumlah anggur yang harus diproduksi. Masalahnya jika satu tanaman Anggur Wine memproduksi terlalu banyak buah, rasa setiap buahnya tidak lagi terkonsentrat atau turun kadar gulanya. Sedangkan tanaman anggur pasar lebih fokus ke kuantitas meskipun kualitas tetaplah hal yang penting untung diperhatikan. Perbedaan kuantitas hasil buah masing-masing anggur cukup berbeda. Satu tanaman Anggur Pasar bisa memproduksi hampir dua kali lipat dari jumlah yang dihasilkan tanaman Anggur Wine.

Itulah perbedaan dari Anggur Pasar dan Anggur Wine, mau tau apa saja tipe-tipe Anggur Wine yang paling sering diminati? (artikel) ini akan membantumu menjawab pertanyaan tersebut.

Kecut – Kecut Banyak Cerita

freshpaint-7-2019.01.17-12.58.02

Wine, siapa yang gatau sih, minuman anggur beralkohol yang biasa diminum bule-bule sebagai pelengkap berbagai hidangan. By the way Winers, anggur yang dibikin untuk Wine sama anggur yang di pasar itu beda loh ya!  Kita bahas nanti lebih lanjut mengenai tipe anggur dalam pembuatan wine. Memang biasa yang kita tahu wine itu warnanya merah, Red Wine, contoh lokalnya AMER. Tapi sebenarnya ada beberapa kategori minuman beralkohol unik ini.

Red Wine atau Anggur Merah. Menurut saya pribadi ini adalah kategori Wine yang sangat menarik. Kita biasanya kita mencari minuman yang rasa manis, asem atau tawar untuk menetralisir sisa rasa makanan yang ada di mulut. Berbeda Red Wine, minuman ini benar-benar sangat kompleks. Aroma seperti kayu yang dihasilkan dari fermentasi di barel kayu atau aroma rempah dan berbagai buah-buahan nektar akibat berbagai factor dalam proses fermentasi. Fermentasi Red Wine melibatkan kulit dan biji anggurnya. Bahkan, proses fermentasi ini juga membuat Red Wine warnanya merah yang didapat dari fermentasi kulit anggur. Contoh diantaranya: Shiraz, Carbenet Sauvignon, Tempranillo dan Pinot Noir

0fb2a2100b35dc104e94aad03ce57848

Jacob’s Creek Shiraz. Sumber: jacobscreek.com

White Wine atau Anggur Putih. Yang membuat berbeda dengan Red Wine selain tipe anggurnya, cara fermentasinya pun juga berbeda. White Wine tidak melibatkan kulit dan bijinya dalam proses fermentasi sehingga warnanya lebih bening. Tidak cuma warna, Rasanya pun juga berbeda. White Wine biasanya lebih beraroma buah-buahan dan rasanya lebih refreshing ketimbang Red Wine. Contoh diantaranya: Chardonnay, Chablis, Sauvignon Blanc dan Pinot Grigio

fa8523d4961129409e9a59a073d06fd5

Stoneleigh Sauvignon Blanc. Sumber: stoneleigh.com

Sparkling Wine. Kita biasa mengenal Wine berkarbonasi ini dengan sebutan Champagne. Faktanya tidak semua Sparkling Wine itu adalah Champagne. Sparkling Wine bisa di katakan Champagne kalau Memang berasal dari Champagne Region di Perancis. Cara pembuatan Champagne juga masih menggunakan prosedur dari leluhur yang turun menurun. CO2 dari spakling wine ditambahkan di akhir proses fermentasi, sedangkan Champagne melalui 2 proses fermentasi bersama gula dan ragi. Cara yang masih traditional dan memakan waktu lebih lama ini membuat Champagne Memang eksklusif! Contoh Sparkling Wine: Brut, Prosecco dan Champagne.

3f7e283224272b93b6b017894242cdff

Beberapa contoh Champagne. Sumber: winefolly.com

Dessert Wine. Dari Namanya sudah terbayang rasanya pasti manis. Dessert Wine sangat cocok bagi kalian yang masih awam dalam mengeksplorasi cita rasa Wine. Manis soalnya dan kompleks! Rasa Manis dari Dessert Wine didapatkan dari berbagai factor. Dari tipe anggurnya (contoh terkenalnya Muscat), kondisi sekitar tumbuhan anggur, proses fermentasi atau bahkan ditambahkan gula dan/atau madu. Contoh diantaranya: Constantia, Muscat, Tawny Port dan Fino Sherry.

0c9d48001f0c1f90a311e4975f65177d

Beberapa contoh Dessert Wine. Sumber: winefolly.com

Fortified Wine. Nah kategori Wine yang satu ini benar-benar unik. Soalnya selain proses fermentasi, Wine ini ditambahkan dengan proses penyaringan Bersama Spirit / Liquor biasanya Brandy. Karena itu Aroma yang dihasilkan sangat aromatis. Selain itu kandungan alcohol yang dihasilkan juga lebih tinggi, sekitar 17-22%. Beberapa dari Dessert Wine dikategorikan sebagai Fortified Wine. Namun tidak semuanya loh Winers! Hanya tipe yang ditambahkan Spirit / Liquor dapat dibilang sebagai Fortified Wine. Contoh diantaranya adalah Port dan Sherry.

port

Taylor’s Tawny Port Wine. Sumber: taylor.pt

Nah, sudah mulai kepo-kepo mengenai Wine? Baca lebih lanjut lagi mengenai Wine di Blog Anggur Manise. Siapa bilang Wine Cuma buat bule?